6 January 06:05
75

4 Cara Mempersiapkan PPC di 2020

 

1. Data Studio

Google Data Studio adalah cara untuk menghubungkan langsung sumber data dengan pelaporan Anda.

 

Google Data Studio diluncurkan pada 2016 dan saat ini sudah menjadi salah satu kewajiban bagi pemasar.

Jika saat ini Anda masih membuat laporan dengan Excel, Anda dapat mencoba Google Data Studio sekarang.

 

Laporan yang disajikan bukan hanya terlihat lebih bagus, namun juga dapat menghemat waktu Anda.

Anda dapat menyesuaikan laporan dengan minat dan preferensi klien dan eksekutif Anda. Dan ketika Anda perlu memperbarui data Anda, Anda dapat melakukannya dalam hitungan detik hanya dengan mengubah rentang tanggal.

 

Dan karena laporan ini diotomatiskan, Anda dapat mengurangi risiko kesalahan entri data.

 

2. Google Ads Script

Google Ads Script telah muncul dalam beberapa waktu ini. Mereka adalah cara untuk mengotomatiskan prosedur umum atau berinteraksi dengan data eksternal dengan menggunakan JavaScript dalam IDE berbasis browser. (IDE membantu dengan syntax, penyorotan, pelengkapan otomatis, dan pratinjau.)

 

Banyak orang yang mengerti JavaScript telah menulis skrip Google Ads yang dapat Anda gunakan – jadi Anda tidak perlu menulis sendiri.

Namun, beberapa skrip ini lebih bermanfaat daripada yang lain.

 

Beberapa skrip yang perlu dipertimbangkan adalah skrip untuk memeriksa URL yang rusak, melacak quality score, dan mengidentifikasi kata kunci negatif yang memblokir iklan dari mengonversi kueri pencarian sebelumnya.

 

Skrip pelacakan anggaran juga terlihat menarik.

Jika Anda mencoba skrip untuk pertama kalinya, mulailah dengan sesuatu yang mudah, seperti skrip “jeda atau hapus kata kunci yang tidak memiliki impresi”.

Ini merupakan cara yang bagus untuk mengurangi hal yag tidka perlu pada akun Anda secara bulanan atau quarter.

 

3. Tinjau kembali Peluang Audience

Google baru-baru ini meluncurkan dua opsi penargetan audiens baru:

  • Affinity audiences.
  • In-market seasonal event segments.

 

Affinity Audience telah tersedia dalam campaign Display dan Video selama bertahun-tahun, tetapi sekarang Google membawa mereka ke campaign Pencarian dan YouTube. (Seperti yang Anda ingat, affinity audinece  memungkinkan Anda menjangkau konsumen berdasarkan gambaran holistik gaya hidup, hasrat, dan kebiasaan mereka).

 

Google membawa in-market audience ke Penelusuran pada tahun 2017. In-market audience merupakan pelanggan yang secara aktif meneliti dan mempertimbangkan pembelian layanan atau produk yang serupa dengan milik Anda.

 

Tapi sekarang, Google menambahkan segmen seasonal atau segmen musiman, seperti Black Friday dan Christmas, ke Search dan YouTube.

 

Jika Anda belum mencoba opsi penargetan ini, ini adalah waktu yang tepat untuk mencobanya. Tambahkan mereka ke akun Anda dalam mode observasi dan lihat bagaimana kinerjanya.

 

4. New Lead Form Extension

New Lead Form Extension memungkinkan Anda untuk menambahkan formulir prospek ke iklan Anda. Anda dapat mengirimkan ajakan untuk bertindak dalam bentuk tautan web atau unduhan langsung, dan Anda dapat menyesuaikan iklan dengan citra merek Anda sendiri.

Saat ini, jumlah data yang dapat Anda kumpulkan melalui formulir cukup terbatas. Pilihan Anda adalah  nama, email, nomor telepon, dan kode pos.

 

Ketika formulir prospek dibuka, itu dihitung sebagai klik. Ketika formulir diisi dan dikirim, itu dianggap sebagai konversi.

 

Anda dapat mengunduh prospek yang Anda dapatkan dari formulir Anda sebagai file CSV atau Anda dapat membawanya ke sistem CRM Anda secara real-time dengan Webhook.

 

Ekstensi ini masih dalam tahap pengujian beta.

 

Juga penting untuk diperhatikan: Menurut halaman bantuan Google, beberapa vertikal sensitif tidak memenuhi syarat untuk jenis ekstensi ini.

 

 

source : searchenginejournal.com